
Bangsa ini berharap besar pada para pemuda, sebab ditangan merekalah estafet perjuangan bangsa akan dilangsungkan. Sebagai penerus bangsa, mereka harus tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang baik dan sehat, dari segi lahir maupun batin. Sebab pribadi-pribadi seperti itulah yang mempu menghantarkan bangsa ini ke arah kemajuan, seperti halnya semangat para pejuang pendahulu kita dahulu dengan Jiwa Semangat Nilai-nilai 45 (JSN 45) dengan turut peran serta Tuhan Yang Maha Esa mereka telah mengantarkan bangsa ini lahir sebagai negara yang merdeka pada tahun 1945.
Bercermin pada semangat tersebut, para pemuda pemudi Indonesia harus memilki kompetensi unggul untuk mewujudkannya. Seperti halnya para pejuang dahulu yang harus menghadapi berbagai macam cobaan, para pemuda dan pemudi saat ini juga dihadapkan pada hal-hal yang dapat mengikis JSN 45 seperti tawuran antar pelajar, tidak jujur seperti dengan mencuri (bendahara yang mencuri uang kas kelas), munculnya rasa malas belajar pada para pelajar, korupsi waktu pada saat pembelajaran di sekolah, kurangnya rasa disiplin pada pelajar, terjadi bullying antar pelajar, dan lain sebagainya.
Faktor penyebab
Contoh-contoh kenakalan remaja tersebut tentu menjadi penghambat penerapan JSN 45 dan bukan terjadi tanpa sebab. Ada hal-hal yang melatarbelakanginya sehingga kejadian itu muncul di kalangan remaja yang sejatinya telah melukai JSN 45. Faktor-faktor yang menjadi penyebab itu antara lain.
Melahirkan Pribadi Buruk
Dari latar belakang yang sudah disebutkan, ternyata hal-hal tersebut dapat menimbulkan beberapa dampak buruk. Apatis adalah diantarnya. Sikap apatis sendiri dapat melahirkan sikap kurangnya kontrol sosial, kurangnya perkembangan pribadi, kemudian potensi meningkatnya individualisme.
Dampak lainnya seperti Individualistik, contohnya adalah membuat manusia menjadi egois, menurunkan kemampuan bersosialisasi, tidak bisa bekerjasama dengan tim atau kelompok, menganggap semua hal yang dikerjakan selalu benar dan hilangnya rasa solidaritas terhadap sesama.
Selain dampak dari Apatis dan Individualistik, terdapat juga dampak buruk lain yakni lahirnya permusuhan, seperti merusak silaturahmi dan hubungan persaudaraan, menjauhkan dari persatuan, hidup menjadi tidak tenang sebab adanya musuh membuat hati selalu was-was.
Kemudian suka bermalas-malasan, contohnya terbiasa melakukan sesuatu berdasarkan ego sendiri, banyak waktu yang terbuang sia-sia, banyak peluang yang terlewati.
Terdapat pula dampak yang sangat merugikan seperti egois, contohnya orang jadi tidak nyaman bila di dekat kita, membuat hubungan menjadi renggang dan tujuan hidup menjadi tidak jelas.
Pentingnya JSN 45
Mengatahui akan fenomena dan segala dampaknya, maka JSN 45 atau yang dapat kita sebut Jiwa Semangat Nilai - Nilai 45 menjadi penting untuk kehidupan kita, mulai dari lingkungan masyarakat, lingkungan sekolah, dan lain sebagainya. JSN 45 juga dapat meningkatkan semangat berkebangsaan, nilai-nilai bela negara, jiwa nasionalisme, memupuk semangat persatuan dan kesatuan bangsa serta mengingatkan kepada generasi muda saat ini akan sejarah perjuangan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
JSN 45 merupakan salah satu bentuk semangat perjuangan dan nilai-nilai kejuangan nasional Indonesia berlandaskan Pancasila yang terdapat dalam Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan UUD 1945. JSN 45 mengajarkan tentang semangat perjuangan yang tinggi, keteguhan hati, optimisme, menghargai perjuangan para pahlawan, dan nilai-nilai kejuangan seperti keberanian, disiplin, pantang mundur, semangat nasionalisme, patriotisme, anti penjajah dan penjajah, serta percaya pada masa depan.
Jiwa semangat 45 penting untuk dilestarikan dan dihidupkan kembali di era modern ini, karena semangat perjuangan, keteguhan hati, persatuan, dan kerjasama tetap menjadi landasan yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. JSN 45 juga memiliki beberapa manfaat bagi diri kita, diantaranya yaitu :
1. Menumbuhkan Sikap Berani
Menumbuhkan sikap berani dapat diartikan sebagai mengembangkan keberanian yang dilandaskan pada kebenaran dan dilakukan dengan penuh pertimbangan yang matang.
2. Disiplin Tinggi
Disiplin berasal dari kata latin “discipline” yang berarti latihan atau pendidikan dalam pengembangan harkat, spiritualitas, dan kepribadian. Disiplin ditampilkan dalam bentuk upaya untuk meningkatkan perilaku taat terhadap peraturan norma yang berlaku.
3. Pantang Mundur dan Tidak Menyerah
Pantang mundur dan tidak menyerah adalah sikap yang menunjukkan keteguhan dan ketekunan seseorang dalam menghadapi tantangan dan rintangan. Sikap ini ditandai dengan ketidakmudahan untuk putus asa, serta keyakinan dan usaha maksimal untuk bangkit dari keterpurukan.
4. Patriotisme
Kata “patriotisme” berasal dari gabungan kata “patriot” yang berarti sikap kepahlawanan, dan akhiran “isme” yang menunjukkan suatu paham, ajaran, atau keyakinan. Patriotisme adalah sikap yang pantang menyerah, berani, dan rela berkorban demi bangsa dan negara.
5. Toleransi
Secara etimologi, kata “toleransi” berasal dari bahasa Latin “tolerare” yang berarti sabar dan menahan diri. Toleransi adalah sikap saling menghormati, menghargai, dan menerima perbedaan antara satu dengan lainnya dalam hal keyakinan, pendapat, atau kepercayaan. Secara terminologi, toleransi mengacu pada sikap yang tidak memaksakan kehendak, tidak mencela, dan tidak menegaskan orang lain karena perbedaan yang ada.
6. Anti Penjajah dan Penjajahan
Anti penjajahan adalah suatu perilaku atau prinsip yang menentang penyalahgunaan, kekerasan, atau hal-hal yang dapat merugikan bangsa lain. Sedangkan penjajahan adalah suatu kondisi di mana suatu negara atau bangsa dikuasai oleh negara atau bangsa yang lain.
7. Percaya Kemampuan Diri
Percaya kemampuan diri adalah keyakinan seseorang terhadap kemampuan dan potensi dirinya. Ini melibatkan penilaian yang baik terhadap diri sendiri dan yakin bahwa kemampuan yang dimiliki dapat bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, dan lingkungan.
8. Semangat Nasionalisme
Nasionalisme adalah semangat berkebangsaan yang menganggap bahwa kesetiaan tertinggi seseorang harus diberikan kepada negara.
9. Menjunjung Tinggi Persatuan dan Kesatuan
Persatuan dan kesatuan merupakan penjaga kesatuan sosial budaya yang meliputi masyarakat Indonesia yang beragam menjadi satu, memiliki kehidupan yang serasi, seimbang, dan selaras.
Di SMPN 6 Semarang sendiri telah menerapkan banyak kegiatan yang berasaskan JSN 45 dalam lingkungan sekolah, contohnya :
1. Melahirkan Sikap Berani
2. Disiplin Tinggi
3. Pantang Mundur dan Tidak Menyerah
4. Patriotisme
5. Toleransi
6. Anti Penjajah dan Penjajahan
7. Percaya Kemampuan Diri
8. Semangat Nasionalisme
9. Menjunjung Tinggi Persatuan dan Kesatuan
JSN 45 Cerminan Kehidupan Berperadaban
Kesimpulan yang dapat kita ambil sebagai generasi penerus bangsa yaitu harus menerapkan nilai-nilai semangat 45 dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita tidak boleh seenaknya saja dalam mengambil langkah menuju masa depan kita nanti yang seharusnya menjadi penerus bangsa ini. Kita harus mempunyai semangat nasionalisme, kita harus mempunyai sikap berani dan tegas melawan hal-hal yang menyimpang. Kita harus percaya diri dengan kemampuan yang kita punya juga tentunya menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Pemikiran kita semua yang nantinya akan dibutuhkan oleh negara ini maka kita perlu menjaga sikap kita dan selalu menerapkan nilai-nilai semangat 45 dalam kehidupan kita sehari-hari agar terdapat masa depan yang cerah dan menjadi panutan dalam kehidupan kedepannya untuk menjadi bangsa yang berperadaban.