• Call Us(024) 3544024
  • Login

Aksi Nyata SMPN 6 Semarang Turut Membangun Bangsa Indonesia Berperadaban dengan Penerapan JSN 45

 

 

Bangsa ini berharap besar pada para pemuda, sebab ditangan merekalah estafet perjuangan bangsa akan dilangsungkan. Sebagai penerus bangsa, mereka harus tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang baik dan sehat, dari segi lahir maupun batin. Sebab pribadi-pribadi seperti itulah yang mempu menghantarkan bangsa ini ke arah kemajuan, seperti halnya semangat para pejuang pendahulu kita dahulu dengan Jiwa Semangat Nilai-nilai 45 (JSN 45) dengan turut peran serta Tuhan Yang Maha Esa mereka telah mengantarkan bangsa ini lahir sebagai negara yang merdeka pada tahun 1945.

Bercermin pada semangat tersebut, para pemuda pemudi Indonesia harus memilki kompetensi unggul untuk mewujudkannya. Seperti halnya para pejuang dahulu yang harus menghadapi berbagai macam cobaan, para pemuda dan pemudi saat ini juga dihadapkan pada hal-hal yang dapat mengikis JSN 45 seperti tawuran antar pelajar, tidak jujur seperti dengan mencuri (bendahara yang mencuri uang kas kelas), munculnya rasa malas belajar pada para pelajar, korupsi waktu pada saat pembelajaran di sekolah, kurangnya rasa disiplin pada pelajar, terjadi bullying antar pelajar, dan lain sebagainya.

 

Faktor penyebab

Contoh-contoh kenakalan remaja tersebut tentu menjadi penghambat penerapan JSN 45 dan bukan terjadi tanpa sebab. Ada hal-hal yang melatarbelakanginya sehingga kejadian itu muncul di kalangan remaja yang sejatinya telah melukai JSN 45. Faktor-faktor yang menjadi penyebab itu antara lain.

  1. Krisis Identitas
    Krisis identitas adalah kondisi dimana seseorang menanyakan jati dirinya dan fungsinya di masyarakat. Krisis identitas biasanya terjadi pada masa remaja masih mengeksplorasi terkait harga dirinya. Krisis identitas ini akan menghantarkan anak pada kondisi labil yang cenderung bertindak amoral.
  2. Pergaulan Bebas
    Pergaulan dapat mempengaruhi kelakuan kepribadian seseorang. Maka, remaja sebaiknya berhati-hati jika mencari pergaulan. Pergaulan bebas dapat mengubah kepribadian dan perilaku remaja dalam bentuk yang negatif. Remaja yang mengikuti pergaulan bebas dapat terjerumus dalam hal-hal negatif seperti narkoba, minum-minuman keras, tawuran, zina, dan lain-lain.
  3. Lingkungan Bebas
    Lingkungan sangat berpengaruh dalam kehidupan remaja. Lingkungan yang buruk dapat berdampak negatif bagi pembentukan karakter remaja. Seseorang harus bijak dalam membedakan lingkungan yang baik dan yang buruk agar dia tidak terjerumus pada lingkungan yang buruk.
  4. Media Sosial
    Media sosial sangat berpengaruh bagi kehidupan apalagi saat era digital. Media sosial dapat berdampak baik dan buruk tergantung penggunaannya. Media sosial bisa menjadi penjajah waktu jika seseorang menggunakannya secara terus-menerus. Media sosial dapat menimbulkan efek negatif bagi mental remaja.
  5. Broken Home
    Broken home adalah kondisi dimana suatu keluarga yang tidak harmonis dan harus mengalami perpecahan. Broken home dapat membuat anak memiliki krisis kepribadian yang membuat anak berperilaku tidak sesuai anak pada umum.
  6. Tidak Mematuhi Ajaran Agama
    Agama sangatlah penting dalam sendi-sendi kehidupan. Agama mengajarkan manusia untuk berbuat baik. Agama menuntun manusia untuk kembali kepada hakekat kemanusiannya. Jika kita mematuhi ajaran agama, hidup kita di dunia akan jauh lebih baik. Begitu pula sebaliknya, menunggalkan agama akan berdampak pada kehidupan yang lebih buruk.

 

Melahirkan Pribadi Buruk

Dari latar belakang yang sudah disebutkan, ternyata hal-hal tersebut dapat menimbulkan beberapa dampak buruk. Apatis adalah diantarnya. Sikap apatis sendiri dapat melahirkan sikap kurangnya kontrol sosial, kurangnya perkembangan pribadi, kemudian potensi meningkatnya individualisme.

Dampak lainnya seperti Individualistik, contohnya adalah membuat manusia menjadi egois, menurunkan kemampuan bersosialisasi, tidak bisa bekerjasama dengan tim atau kelompok, menganggap semua hal yang dikerjakan selalu benar dan hilangnya rasa solidaritas terhadap sesama.

Selain dampak dari Apatis dan Individualistik, terdapat juga dampak buruk lain yakni lahirnya permusuhan, seperti merusak silaturahmi dan hubungan persaudaraan, menjauhkan dari persatuan, hidup menjadi tidak tenang sebab adanya musuh membuat hati selalu was-was.

Kemudian suka bermalas-malasan, contohnya terbiasa melakukan sesuatu berdasarkan ego sendiri, banyak waktu yang terbuang sia-sia, banyak peluang yang terlewati.

Terdapat pula dampak yang sangat merugikan seperti egois, contohnya orang jadi tidak nyaman bila di dekat kita, membuat hubungan menjadi renggang dan tujuan hidup menjadi tidak jelas.

 

Pentingnya JSN 45

Mengatahui akan fenomena dan segala dampaknya, maka JSN 45 atau yang dapat kita sebut Jiwa Semangat Nilai - Nilai 45 menjadi penting untuk kehidupan kita, mulai dari lingkungan masyarakat, lingkungan sekolah, dan lain sebagainya. JSN 45 juga dapat meningkatkan semangat berkebangsaan, nilai-nilai bela negara, jiwa nasionalisme, memupuk semangat persatuan dan kesatuan bangsa serta mengingatkan kepada generasi muda saat ini akan sejarah perjuangan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

JSN 45 merupakan salah satu bentuk semangat perjuangan dan nilai-nilai kejuangan nasional Indonesia berlandaskan Pancasila yang terdapat dalam Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan UUD 1945. JSN 45 mengajarkan tentang semangat perjuangan yang tinggi, keteguhan hati, optimisme, menghargai perjuangan para pahlawan, dan nilai-nilai kejuangan seperti keberanian, disiplin, pantang mundur, semangat nasionalisme, patriotisme, anti penjajah dan penjajah, serta percaya pada masa depan.

Jiwa semangat 45 penting untuk dilestarikan dan dihidupkan kembali di era modern ini, karena semangat perjuangan, keteguhan hati, persatuan, dan kerjasama tetap menjadi landasan yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. JSN 45 juga memiliki beberapa manfaat bagi diri kita, diantaranya yaitu :

1. Menumbuhkan Sikap Berani

Menumbuhkan sikap berani dapat diartikan sebagai mengembangkan keberanian yang dilandaskan pada kebenaran dan dilakukan dengan penuh pertimbangan yang matang.

2. Disiplin Tinggi

Disiplin berasal dari kata latin “discipline” yang berarti latihan atau pendidikan dalam pengembangan harkat, spiritualitas, dan kepribadian. Disiplin ditampilkan dalam bentuk upaya untuk meningkatkan perilaku taat terhadap peraturan norma yang berlaku.

3. Pantang Mundur dan Tidak Menyerah

Pantang mundur dan tidak menyerah adalah sikap yang menunjukkan keteguhan dan ketekunan seseorang dalam menghadapi tantangan dan rintangan. Sikap ini ditandai dengan ketidakmudahan untuk putus asa, serta keyakinan dan usaha maksimal untuk bangkit dari keterpurukan.

4. Patriotisme

Kata “patriotisme” berasal dari gabungan kata “patriot” yang berarti sikap kepahlawanan, dan akhiran “isme” yang menunjukkan suatu paham, ajaran, atau keyakinan. Patriotisme adalah sikap yang pantang menyerah, berani, dan rela berkorban demi bangsa dan negara.

5. Toleransi

Secara etimologi, kata “toleransi” berasal dari bahasa Latin “tolerare” yang berarti sabar dan menahan diri. Toleransi adalah sikap saling menghormati, menghargai, dan menerima perbedaan antara satu dengan lainnya dalam hal keyakinan, pendapat, atau kepercayaan. Secara terminologi, toleransi mengacu pada sikap yang tidak memaksakan kehendak, tidak mencela, dan tidak menegaskan orang lain karena perbedaan yang ada.

6. Anti Penjajah dan Penjajahan

Anti penjajahan adalah suatu perilaku atau prinsip yang menentang penyalahgunaan, kekerasan, atau hal-hal yang dapat merugikan bangsa lain. Sedangkan penjajahan adalah suatu kondisi di mana suatu negara atau bangsa dikuasai oleh negara atau bangsa yang lain.

7. Percaya Kemampuan Diri

Percaya kemampuan diri adalah keyakinan seseorang terhadap kemampuan dan potensi dirinya. Ini melibatkan penilaian yang baik terhadap diri sendiri dan yakin bahwa kemampuan yang dimiliki dapat bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, dan lingkungan.

8. Semangat Nasionalisme

Nasionalisme adalah semangat berkebangsaan yang menganggap bahwa kesetiaan tertinggi seseorang harus diberikan kepada negara.

9. Menjunjung Tinggi Persatuan dan Kesatuan

Persatuan dan kesatuan merupakan penjaga kesatuan sosial budaya yang meliputi masyarakat Indonesia yang beragam menjadi satu, memiliki kehidupan yang serasi, seimbang, dan selaras.

 

Di SMPN 6 Semarang sendiri telah menerapkan banyak kegiatan yang berasaskan JSN 45 dalam lingkungan sekolah, contohnya :

1. Melahirkan Sikap Berani

  • Siswa siswi SMPN 6 Semarang selalu berani dan percaya diri untuk maju di depan kelas seperti menjelaskan materi dengan presentasi, menjawab soal yang ada di papan tulis, kemudian berani untuk terus menorehkan prestasi dan lain sebagainya.
  • Baik siswa maupun siswi SMPN 6 Semarang bergiliran menjadi petugas upacara pada hari senin dengan mengurutkan petugas sesuai dengan urutan kelas, dari kelas 9A sampai 7H.
  • Berani menyampaikan pendapat dengan diadakannya pemilihan OSIS, pengurus kelas, siswa maupun siswi yang mengikuti lomba yang diadakan oleh sekolah, dan lain sebagainya.

2. Disiplin Tinggi

  • Siswa siswi SMPN 6 Semarang berangkat dan sampai di sekolah sebelum bel masuk berbunyi.
  • Siswa siswi SMPN 6 Semarang berpakaian rapi agar dapat nyaman saat kegiatan belajar  mengajar berlangsung. 
  • Siswa siswi wajib menggunakan IKK (Izin Keluar Kelas) saat keluar kelas.

3. Pantang Mundur dan Tidak Menyerah

  • Mengasah minat dan bakat yang dimiliki siswa siswi SMPN 6 Semarang dengan mengikuti ekstrakurikuler agar dapat mengasah bakat yang mereka miliki.
  • Setiap kegiatan belajar mengajar hampir selesai, setiap guru pada masing-masing mata pelajaran mengadakan sesi bertanya kepada siswa siswi yang belum paham akan materi, soal maupun tugas yang diberikan.
  • Siswa siswi SMPN 6 Semarang tidak pantang menyerah meskipun mendapat nilai yang kurang memuaskan. Mereka pasti akan berusaha untuk mendapatkan nilai yang lebih memuaskan dengan belajar bersungguh-sungguh.

4. Patriotisme

  • Mengikuti upacara di sekolah dengan khidmat.
  • Setiap siswa siswi diajarkan untuk saling tolong menolong antar sesama dengan mengadakan infaq saat ada warga sekolah yang membutuhkan bantuan.   
  • Menghormati setiap warga dan tamu sekolah dengan menerapkan 5S yaitu senyum, salam, sapa, sopan dan santun.

5. Toleransi

  • Tidak mengganggu siswa maupun siswi yang berbeda kepercayaan saat beribadah.

6. Anti Penjajah dan Penjajahan

  • Siswa siswi SMPN 6 Semarang menghargai jasa para pahlawan  dengan hening cipta.
  • Siswa siswi dibatasi dalam penggunaan handphone di SMPN 6 Semarang dengan mengumpulkan handphone setiap siswa siswi pada saat sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai dan saat kegiatan belajar mengajar selesai.

7. Percaya Kemampuan Diri

  • Siswa siswi SMPN 6 Semarang berani mengikuti lomba tanpa ragu.  
  • Siswa siswi SMPN 6 Semarang berani mencoba hal baru.   
  • Siswa siswi SMPN 6 Semarang tidak pernah takut mengambil resiko.
  • Siswa siswi SMPN 6 selalu optimis

8. Semangat Nasionalisme

  • Siswa siswi SMPN 6 Semarang bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia dengan menyanyikan lagu kebangsaan Negara Indonesia sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai dan pada saat upacara bendera.
  • Siswa siswi SMPN 6 Semarang mengikuti upacara bendera pada hari nasional dengan menggunakan pakaian adat dari berbagai daerah yang ada di Indonesia.
  • Siswa siswi SMPN 6 Semarang wajib patuh pada peraturan di sekolah seperti berangkat pagi berpakaian rapi dan lain sebagainya.

9. Menjunjung Tinggi Persatuan dan Kesatuan 

  • Siswa siswi, dan guru di SMPN 6 Semarang melakukan kegiatan kerja bakti setiap hari Jum’at.     
  • Siswa siswi SMPN 6 Semarang melakukan kegiatan piket kelas setiap hari secara bergilir.   
  • Siswa siswi SMPN 6 Semarang dapat menyelesaikan konflik dengan pergi ke ruang bimbingan konseling (BK).

 

JSN 45 Cerminan Kehidupan Berperadaban

Kesimpulan yang dapat kita ambil sebagai generasi penerus bangsa yaitu harus menerapkan nilai-nilai semangat 45 dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita tidak boleh seenaknya saja dalam mengambil langkah menuju masa depan kita nanti yang seharusnya menjadi penerus bangsa ini. Kita harus mempunyai semangat nasionalisme, kita harus mempunyai sikap berani dan tegas melawan hal-hal yang menyimpang. Kita harus percaya diri dengan kemampuan yang kita punya juga tentunya menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Pemikiran kita semua yang nantinya akan dibutuhkan oleh negara ini maka kita perlu menjaga sikap kita dan selalu menerapkan nilai-nilai semangat 45 dalam kehidupan kita sehari-hari agar terdapat masa depan yang cerah dan menjadi panutan dalam kehidupan kedepannya untuk menjadi bangsa yang berperadaban.